Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KAIFIYAT WUDHU

1. Niat 

Niat cukup didalam hati. Tidak ada satu hadits pun yang menyatakan niat harus di lafahkan. Dari Umar bin al-Khatthab radhiyallahu‟anhu, dia berkata: 

Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amal dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena perkara dunia yang ingin dia peroleh atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya hanya akan mendapat balasan sebagaimana yang diniatkannya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Imarah, diriwayatkan juga oleh Bukhari)

2. Membaca Basmallah 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

Tidak ada shalat bagi yang tidak ada wudhu. Tidak ada wudhu bagi yang tidak membaca bismillah di dalamnya.” (HR. Abu Daud no. 101 dan Ibnu Majah no. 399. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Imam Nawawi berkata, beberapa hadits yang membicarakan tentang tasmiyah (sebelum wudhu), namun hadits-hadits tersebut dho‟if. Imam Ahmad pernah mengatakan, “Aku tidak mengetahui ada hadits shahih yang  membicarakan tasmiyah ketika wudhu.” (Al Adzkar, 33, cetakan Darut Taqwa) 

Meski tidak terdapat hadits shahih, namun membaca basmallah sebelum wudhu sangatlah dianjurkan.

3. Mencuci kedua telapak tangan dengan diawali sebelah kanan 

Dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa Atha‟ bin Yazid al-Laitsi mengabarkan kepadanya 

Humran bekas budak Utsman memberitakan kepadanya bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu‟anhu meminta diambilkan air wudhu kemudian dia berwudhu dengan membasuh kedua telapan tangannya sebanyak tiga kali… (Hr. Bukhari-Muslim)

4. Berkumur, meghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkan lagi

Kemudian dia berkumur-kumur dan ber-istintsar (sambil menghirup air ke hidung dan mengeluarkan air yang dihirup ke hidung, pent)… (Hr. Bukhari-Muslim)

5. Mencuci wajah

Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali… (Hr. bukhari – Muslim)

6. Mencuci lengan hingga sikut

Kemudian dia membasuh tangan kanannya hingga siku sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kiri seperti itu pula… 

7. Mengusap kepala dan telinga 

Prakteknya;

- Mengambil air dengan kedua telapak tangan 
- Membuang airnya 
- Mengusapkan pada kepala dan telinga dengan satu kali usap

Kemudian dia masukkan tangan ke dalam ember lalu mengusap kepalanya dari depan ke belakang terus ke depan lagi hanya sekali… ((Hr. Bukhari – Muslim)

8. Mencuci kaki hingga dua mata kaki

Kemudian dia membasuh kedua kakinya hingga kedua mata kaki…. (Hr. Bukhari – Muslim) 

9.. Doa setelah wudhu


Dengan dalil Dari „Uqbah bin „Amir radhiyallahu‟anhu, dia berkata:

Dahulu kami memiliki tugas menjaga unta yang digembalakan. Maka ketika datang orang lain yang akan menggantikanku, maka aku pun pulang meninggalkannya ketika waktu sore sudah tiba. Kemudian aku menjumpai Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam yang ketika itu sedang berdiri memberikan ceramah kepada orang-orang. Di antara sabda beliau yang kudengar adalah, “Tidaklah ada seorang muslim yang berwudhu dan membaguskan wudhunya lalu dia bangkit untuk melakukan sholat dua raka‟at dengan hati dan wajah yang penuh konsentrasi di dalamnya melainkan dia pasti akan masuk ke dalam surga.” „Uqbah bin „Amir berkata: Aku mengatakan, “Alangkah indahnya hal ini.” Tiba-tiba orang lain yang berada di hadapanku berbicara, “Kata-kata sebelumnya lebih indah lagi.” Lalu aku perhatikan, ternyata orang itu adalah umar. Lalu Umar mengatakan, “Aku melihat kamu baru saja datang. [Nabi tadi mengatakan] Tidaklah ada seseorang di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian setelah itu dia membaca doa „Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan „abdullah warasuluh‟ melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia akan dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana pun yang dia inginkan.” Imam Muslim mengatakan: Abu Bakr bin Abi Syaibah juga menuturkan kepada kami. Dia berkata: Zaid bin al-Hubab menuturkan kepada kami. Dia berkata: Mu‟waiyah bin Shalih menuturkan kepada kami dari Rabi‟ah bin Yazid dari Abu Idris al-Khaulani dan Abu Utsman dari Jubair bin Nufair bin Malik al-Hadhrami, dari „Uqbah bin „Amir al-Juhani radhiyallahu‟anhu, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda, kemudian dia menyebutkan hadits serupa. Hanya saja di dalam hadits ini beliau mengatakan, “Barang siapa yang berwudhu lalu membaca „asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah wa asyhadu anna Muhammadan „abduhu wa rasuluh‟.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

Posting Komentar untuk "KAIFIYAT WUDHU "